Hari ini saya membaca iklan di sebuah harian lokal dengan tulisan TANPA
MODAL yang sangat mencolok. Ternyata itu adalah iklan seminar ‘JADI
PENGUSAHA DEVELOPER PROPERTY DENGAN MODAL KECIL atau TANPA MODAL”.
Bagi
sebagian kawan-kawan saya, informasi seperti ini bisa menjadi oasis
yang mengundang gairah di tengah keterpurukan ekonomi. Seolah menjadi
solusi dari segala permasalahan yang tengah melilit urat nadi
kehidupannya. Bagaimana tidak, dengan mengikuti sebuah seminar orang
bokek akan dicetak menjadi seorang developer property tanpa harus
hutang bank.
Saya akui, mungkin dengan mengetahui instrument yang
ditularkan dalam seminar siapa saja bisa melakukannya asal mempunyai
kemauan. Lokasi proyek bisa tanpa beli asal ada pemilik tanah yang mau
diajak bekerja sama, biaya konstruksi di talangi kontraktor yakni
dengan pembayaran per termijn dan dana yang untuk membayar kontraktor
bisa menggunakan uang bank melalui KPR.
Tapi jika tanpa sepeser
pun modal uang? Bagaimana dana awal untuk membuat perijinan dan
legalitas, pembuatan marketing keet, pematangan lahan dan biaya
perencanaan? Itu semua harus dilakukan sebelum ada penjualan.
Sebelumnya
dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pembicara yang sudah
sukses menjadi kaya dengan cara tersebut, atau kawan-kawan yang yang
telah bekerja keras untuk menyelenggarakan seminar semacam ini, saya
mohon maaf jika tulisan saya kurang bisa di terima. Saya hanya bermaksud
mengungkapkan pendapat dari sisi yang mungkin berbeda dari pola
pandang anda, dan fakta jamak dari investasi yang selalu HIGH RISK,
HIGH RETURN.
Seminar serupa, bukan hal baru. Banyak ragam dan
polanya. Saya sendiri pernah ditraktir oleh seorang teman selembar tiket
yang bernilai Rp 100.000,- untuk mengikuti seminar 2 jam tentang
bagaimana bisa cepat kaya dengan modal dengkul, bisa membeli property
ratusan juta rupiah tanpa sepeser pun modal uang. Katanya, cara gila
menjadi kaya raya. Dan memang konsep kaya yang dibagikan di situ gila
beneran. Kesuksesan seseorang diukur dari nilai hutangnya di bank,
semakin besar hutang berarti semakin sukses. Benarkah? Wallaahu a’lam
bi showaab.
Rupanya nafsu untuk memiliki banyak harta
benar-benar dimanfaatkan oleh mereka yang lihai bermanuver dengan
angka, yakni dengan menawarkan konsep kaya yang bisa memacu adrenalin
semua orang. Bermunculan trik dan methode menjadi kaya yang tanpa modal
uang, tanpa kerja keras dan yang mencengangkan adalah hanya dalam tempo
yang sesingkat-singkatnya kayak teks proklamasi.
Yang paling
gamblang dan paling mudah ditemukan di sekeliling kita adalah MLM atau
Multi Level Marketing. Nyaris semua MLM mengaku bahwa konsep bisnis
mereka adalah LUUAAAARRRR BIASA! Celakanya methode pelatihan atau
“seminar” yang diselenggarakan kebanyakan perusahaan MLM penekanannya
pada iming-iming cepat kayanya yang membuat libido para membernya
memuncak, bukan pada pembuktian kekuatan dan keampuhan produknya.
Anda
yang mungkin pernah mengikuti seminar atau apalah namanya yang
diselenggarakan oleh kalangan tertentu yang mengajak hidup bergelimang
harta dengan cara mudah dan secepat kilat, tentu sangat hafal dengan
suasana ketika acara tengah berlangsung. Biasanya pembicara atau leader
memberi testimoni dengan pamer kekayaan, rumah, mobil mewah, kapal
pesiar dan lain-lain. Hiruk pikuk aplous dan jejingkrakan sambil lantang
meneriakan, LUUAAARRRR BIASA!!!
Ada yang berhasil sukses
dengan menjalankan methode yang “LUUAARRR BIASA” tersebut. Tapi sangat
banyak yang kemudian terpuruk dan terpelanting di tengah jalan kehabisan
nafas. Nahasnya lagi, ada yang setelah bertahun-tahun setia menjalankan
sistem dengan cucuran keringat dan air mata, kehidupannya belum
beranjak naik. Tubuhnya makin garing, kemana-mana naik kereta angin yang
semakin butut dan masih saja ngisep kretek murahan yang dibeli dengan
ketengan.
Siapa yang salah? Berdosakah ia?
Tawaran kaya
yang cring-cring dan wuss- wuss ternyata sangat ampuh untuk membuat
orang secepat kilat bergelimang harta Khususnya mereka yang
berjingkrak-jingkrak di depan forum. Tapi bagi kita yang hanya duduk di
kursi memberi aplous? Entahlah.
Langganan:
Posting Komentar (RSS)


0 Responses to "Konsep Kaya Raya Yang Wusss-wusss"
Posting Komentar