0

anekdot tegalan : Dulkamid Show 9

Rabu, 16 Mei 2012

Malam keduane manten  Dulkamid udan ruwicek. Sing arane wngin mobat-mabit kaya neng PAI. Biasa, listrik langsung mati pet. Dulkasmid ngondong awit sore. Lagi gerilya kali, ya? 

Mendekati tengash melam rumah mertua Dulkamid sudah senyap. Semua penghuni rumah sudah pada lelap kelelahan.Hanya suara dengkuran yang saling bersahut-sahutan dari segala penjuru rumah. Maklum, di rumah itu masih banyak famili  yang menginasp. Hasnya lampu ceplik yang diletakan di beberapa sudut rumah nampak kelap-kelip.

Kesenyapan malam mendadak terusik dengan teriakan dari ruang tamu. "Mal, Maling! Maling! Maliiiiing....!" Rupanya salah seorang kerabat yang nginep nglindur. Walau hanya igauan, sontak membuat riuh seisi rumah. Beberapa orang langsung terbangun dan berlarian ke sana kemaei. "Endi malinge,  endi malinge?"

Tak ayal Kaki Dulkamid pun tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya. Badanya yang bungkuk, bergerak-gerak mencari. Tiba-tiba Dulkamid melihat kelebat tubuh seseorang yang bergerak cepat ke arah dapur. Dulkamid berjalan mengendap-endap. Rupanya dia bermaksud meringkus orang yang diduga maling. Untuk hal ringkus meringkus orang Dulkamid lumayan berani sih. Soalnya aku sebagai perngasuh sekaligus bodyguardnya sudah membekali  dengan judo dan taekwondo.

Tak berapas lama, Dulkamid sudah bisa membaca situasi. Nah ketika sosok tubuh itu berada di posisi siap serang, dengan sigapnya Dulkamid melakukan serangan. Sekali gebrak tubuh dalam gelap itu berhasil diringkus. Dengan tangannya, Dulkamid mengunci leher dan tangan orang yang diduga maling.

"Pan maring ndi kowen, Maling? hardik Dulkamid.
"Uhf, uhf! cuul, culna....!"
"Apa? culna? ora bakalan!" Jepitan tangan Dulkamid tambah kuat yang membuat orang itu tasmbah gelagepan dan tak bisa bersuara.
"Uh.... ahg...!"
"Apa luh? Uh, uh..... Hei, kyeh malinge wis tak cekel!"
"ak u dudu maling. Aku kasan."
"Kasam kasan sapa? Kasan wis mati."
"Culna, aku kasan. Aku pan mutah kyeh. Hwah....hwah...
"Mutah owh!"
"Mambune apek nemen, culna gpoblog!"
"Eh, ka wani-wanine mpoyoki aku yah...!" Dulkamid kembali mengetatkan jepitasn tangannya.

Keluarga yang lain pun berdatangan ke arah dapur. "Endi malinge?"
Salah seorang di antara mereka mengambil ceplik dan mendakatkan ke arah wajah orang yang dalam jepitan kelek Dilkamid. "Heh, kiye dudu maling. kiye Kang Kasan!" teriaknya.

Dulkamid bingung. "Kasan sing endii?"
"Mertuamu!"
 Dulkamid langsung melepaskan jepitannya dan undur beberapa langkah.

Kasan mertua Dulkamid langsung mukok-mukok. "Dasar masntu edan, Laka sopane. Keleke mambune endrim nemen. Bwuah, bwuah .....!"

0 Responses to "anekdot tegalan : Dulkamid Show 9"