0

anekdot tegalan : Dulkamid Show 5

Rabu, 16 Mei 2012

Sampean Belum tahu ya, Kaki Dulkamid jebule pernah jadi kenet angkot biru jurusan Tegal-Benjaran. Wonge dewek biasane nyebute, taksi. Taksi kok tanpa argo? Anane nang Tegal thok, saudara-saudaara.  Pada suatu hari, angkot yang diawaki Kaki Dulkamid nggawa penumpang aneh. Dia naik dari Balaikota Lama. Ngakunya orang Pemalang mau ke desa Jengrusi. Usianya kira-kira 55 tahun. Suaranya, maaf, bindeng.

"Mas, Mas meng o tu ung ya, a u diudun a eng de a Eng u si?" katanya ketika angkot mulai laju. Kaki Dulkamid yang dikorog pundaknya sing mburi cuma manggut-manggut.

Angkot pun jalan menyusuri jalan veteran. Nembe sasmpe lampu merah gantung, penumpang itu kembali ngorog pundake Kaki Dulkamid yang membuat Kaki Dulkamid keki.  "Mas, De a Eng usi wis pe ek?" katanya. Kaki Dulkamid cuma menggeleng.

Anehnya sepanjang perjalanan Kaki Dulkamid anteng banget. cuma jari telunjuknya yang nunjuk-nunjuk ke orang-orang yang ada di pinggir jalan. Sampai akhirnya masuk ke jalan Sultan Agung, Si Penumpang asal Pemalang itu lagi-lagi ngorog pundake Kaki Dulkamid. "De a Eng u si esih a oh?" katanya. Kaki Dulkamid pun cuma ngangguk.

Ketika angkot melintas perempatan Kejambon, Si Penumpang nampak mulai panik sekali. Matanya nyalang sibuk banget melihat-lihat ke luar."Set op. set op!" teriaknya. Angkot pun berhenti.

"De a Eng u si sing en i?"

Penumpang pun pun gaduh. "Wah, esih adoh, Pak," jawab seorang ibu yang nampak baik hati. "Sampean njagong bae mengko angger anjog desa Jengrusi sampean diwei krungu."

Penumpang compong  itu mulai tenang. Tangannya menepuk-nepuk pundak Kaki Dulkamid yang duduk di ambang pintu angkot. "Aja ka len ya Mas?" katanya. Kaki Dulkamid pun cuma ngangguk.  Kali ini dia keliatan mulai kesal.

Nyampek di Pagongan, penumpang tadi kembali belingsatan. sibuk banget nengok kanan kiri, depan belakang. Sesekali bangkit dari duduknya sampe-sampe kepalanya yang mbentur kabin angkot tak dipedulikannya. Panik, dan kelihatan gusar sekali. Tangannya menuepuk pundak Kaki Dulkamid. Kali ini dengan tepukan yang keras sehingga spontan Kaki Dulkamid menengok dengan muka berang. "Sing en i de a Eng u si?" katanya sengit.

Kaki Dulkamid cuma menggeleng dengan mata melotot. Si penumpang jadi tambah memuncak amarahnya. Tangannya mengepal dan dipukulkan ke jok mobil. Buk!! Ciitt....! angkot berhenti mendadak karena sang Sopir kaget setengah mati. "Mud un!" bentak Si Penumpang sambil menunjuk ke hidung Kaki Dulkamid.  "Ke et ku ang aj ar! Pan ngej ak byan em?!!"

Kaki Dulkamid segera melompat turun, kemudian berdiri dengan posisi siaga. Tangannya malang kerik dan matanya garang sekali.
Tapi tetap tak sepetah kata pun keluar dari mulutnya. Si Penumpang tak mau kalah garangnya. Di taruhnya bungkusan besar yang dipeluknya sejak tadi kemudian tegak berdiri dengan muka liar macam singa marah. Penumpang lain dan sopir hanya tertegun. mereka menunggu-nunggu apa yang bakal terjadi.

Kaki Dulkamid memberi isyarat dengan kepalanya bahwa dia tak takut dan tak gentar.

"Ko en nan ang a u ya? nge mehna au?"

Kaki Dulkamid tetap diam hanya sikapnya saja yang menunjukan bahwa dia siaga dengan segala kemungkinan.

"Aj a  men ang-men ang a u bin eng! A it ma u i ta oni o a ta u ja ab!  Ko en nge e a u? ngina a u?"

Kaki Dulkamid mendadak jadi kendor. Muka garangnya nampak luruh. Terus katanya, "o ya aya uwe. yoale nyong ya bin eng. dadi nyong a ep ja ab mbo an samp ean jeng el. So ale da yani nyong ma ani!"

Penumpang dari Pemalang itu lang sung tertegun.Kemudian menurunkan tangannya, mengambil kembali buntelannya kemudian naik lagi ke angkot.

Compong!

0 Responses to "anekdot tegalan : Dulkamid Show 5"